Masjid Al-Bakrie Sediakan Track Kursi Roda

teras

Berdiri di kawasan perkantoran, Masjid Al-Bakrie menawarkan berbagai fasilitas untuk aktivitas masyarakat seperti pernikahan atau rapat. Bahkan tersedia track untuk penyandang cacat.
Jarang kita temukan masjid dengan fasilitas jalan khusus bagi penyandang difabel yang menggunakan kursi roda. Di kawasan Episentrum Bisnis Bakrie Brother fasilitas tersebut dapat ditemukan, tepatnya di Masjid Al-Bakrie, Jakarta.
Masjid AL-Bakrie yang dibangun berlantai tiga pada 23 Februari 2004, berdiri kokoh tak jauh dari Apartemen Taman Rasuna. Didirikan di atas lahan seluas 3.200 m2 dengan luas bangunan 1458 m2, daya tampungnya sekira 1.000 orang.
Arsitektur Al-Bakrrie nampak mengadopsi desain Masjid Medan. Di bagian luar masjid, dipasang kanopi yang berbentuk mirip kanopi masjid di Kota Jeddah, Arab Saudi. “Kanopinya seperti masjid-masjid yang ada di Kota Jeddah,” kata pengurus bidang keagamaan dan program rutin, Zulfikar, saat ditemui baru-baru ini.
Berbagai kegiatan sering diadakan oleh masjid ini, antara lain pengajian rutin setiap Senin-Sabtu, bedah buku Islam, pemeriksaan kesehatan gratis bekerjasama dengan pihak rumah sakit dan puskesmas sekitar, donor darah yang dilakukan setiap tiga bulan sekali, retail sembako murah, santunan anak yatim piatu, dan masih banyak lagi.
Dana dalam penyelenggaraan berbagai kegiatan didapat dari sumbangan jamaah dan berbagai perusahaan pendukung. Setiap Jum’at, pengurus menyiapkan troli sumbangan masjid kepada jamaah solat Jum’at, dan dana yang terkumpul sekitar Rp. 6 juta hingga Rp. 8 juta. Tak heran jika pengurus dapat membuat berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi para jamaah terutama masyarakat sekitar.
TK/TPA juga diselenggarakan di masjid ini. Taman kanak-kanak yang didirikan ada tiga kelas yang masing-masing muridnya 30 anak. Guru taman kanak-kanak dan TPA ini merupakan masyarakat sekitar masjid. Begitupun dengan TPA, masyarakat sekitar yang memiliki anak-anak usia 5-10 tahun, dapat mengikuti berbagai pengajian dengan dikenakan biaya terjangkau.
Hal menarik dari kegiatan pengurus masjid ini adalah memberdayakan masyarakat sekitar dalam pengembangan usaha budidaya toga, lele, dan lobster. Bagi warga sekitar yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, disediakan pelatihan sulam jilbab yang nantinya akan dijual dan hasil keuntungannya dibagikan kepada para anggota. Kegiatan ini dinamakan “Kampung Makmur” bekerjasama dengan Yayasan Bakrie Amanah yang didirikan Abu Rizal Bakrie. Masyarakat seputar pada awalnya cukup antusias memamurkan masjid mengikuti pelatihan itu. “Namun saat ini agak berkurang karena kesibukan masing-masing,” kata Zulfikar.
Saat ini, Al-Bakrie telah menyediakan fasilitas jalan khusus bagi jamaah berkursi roda, perpustakaan, area plaza masjid, aula serbaguna. Jalan khusus jamaah berkursi roda berada di sepanjang pintu masuk hingga ke dalam masjid. Jamaah berkursi roda juga dapat menggunakan fasilitas masjid yang berada di lantai 2 atau pun 3 karena di dalam masjid juga disediakan jalan khusus tersebut.
Area parkir masjid aman karena sudah menggunakan karcis elektronik seperti yang terdapat di mall. Di area parkir, pengurus masjid Al-Bakrie bekerjasama dengan kantor pos Indonesia dalam pengadaan mobil pos keliling. Setiap hari mobil pos tersebut stand by di area parkir untuk melayani masyarakat sekitar.
Area plaza masjid atau bagian luar masjid yang ditutupi oleh kanopi dapat digunakan sebagai tempat bazar jika pengurus masjid sedang mengadakan kegiatan. Area plaza masjid setiap harinya biasa digunakan sebagai tempat bermain bagi anak-anak sekitar kawasan Menteng Atas.
Masyarakat juga dapat menyewa aula masjid Al-Bakrie untuk acara-acara rapat maupun resepsi pernikahan. Masyarakat akan dikenakan biaya sewa terutama untuk acara pernikahan, namun tak menutup kemungkinan tidak dikenakan biaya sewa jika masjid yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.
Usaha memakmurkan Masjid Al-Bakrie dilakukan pengurus takmir dengan membuat website masjid untuk menginformasikan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga mempermudah jamaah dalam mengakses info. Namun, sayangnya, saat ini website yang dibuat sedang tidak berfungsi sehingga jamaah agak sulit untuk mengetahui kegiatan apa saja yang akan diadakan (under construction). (*)
Oleh: Murniatun Margono