Semarak Idul Adha di Masjid Al-Bakrie

Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap Idul Adha tiba, ratusan umat Islam warga Menteng Atas dan penghuni apartemen Taman Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan, menunaikan Shalat Ied di Masjid Al-Bakrie. Tahun ini, Shalat Ied di masjid itu dilaksanakan pada Ahad (6/11), tepat pukul 07.00 WIB. Shalat dipimpin oleh imam Ustadz Andi Rahman, sedangkan khutbah disampaikan oleh khotib Ustadz Arippyan Jaya Negara.

Melalui khotbahnya Ustadz Arippyan Jaya Negara mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari pelaksanaan hari Idul Adha ini. Menurut Ustadz Arippyan berkurban bukan sekadar tradisi pemotongan hewan yang diadakan setahun sekali, namun lebih dari itu dengan berkurban hendaknya dapat lebih memberikan rasa ketaatan penuh atas seluruh perintah Allah SWT, seperti halnya ketaatan Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putra kesayangannya Ismail AS.

“Dengan penuh rasa cinta dan takwanya kepada Allah SWT, Nabi Ibrahim AS rela menyembelih putranya, namun Allah SWT menggantinya dengan seekor binatang untuk disembelih. Karena itu, sebagai hamba yang beriman kepada Allah SWT dan memiliki uang yang lebih, maka hendaknya kita bisa melakukan kurban. Sebab berkurban selain mendapatkan pahala di sisi Allah SWT, juga dapat membantu dan berbagi dengan masyarakat,” kata Ustadz Arippyan.

Selain menggelar shalat Ied berjamaah, pada hari yang sama, Panitia Kurban Masjid Al-Bakrie juga mengadakan pemotongan hewan kurban dan mendistribusikannya kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Pada Idul Adha kali ini panitia menyembelih dan mendistribusikan 9 ekor sapi dan 70 ekor kambing.

Menurut Panitia Kurban Masjid Al-Bakrie, Zulfikar Irsyad, hewan-hewan tersebut merupakan kurban keluarga besar Bakrie yakni Aburizal Bakrie dan Anindya N. Bakrie, sejumlah perusahaan yang ada di kawasan Rasuna Episentrum, penghuni Taman Rasuna Epicentrum, karyawan, dan juga masyarakat umum.

Setelah dipotong, daging kurban tersebut selanjutnya disalurkan kepada sejumlah kaum dhuafa, karyawan yang berhak, serta penduduk di sekitar kawasan Menteng Atas, Jakarta Selatan. “Alhamdulillah, dengan momen seperti ini masyarakat bisa merasakan makna yang terkandung dalam ibadah kurban itu sendiri, yakni saling memberi kepada masyarakat miskin yang membutuhkannya,” kata Zulfikar.

Selain di Masjid Al-Bakrie, pemotongan hewan Kurban juga dilakukan di Gedung Wisma Bakrie. Di sini hewan kurban yang dipotong dan didistribusikan sebanyak 4 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Tak berbeda jauh dengan Masjid Al-Bakrie, hewan kurban ini juga berasal dari sejumlah perusahaan dan perorangan. Dalam pendistribusian daging kurban tersebut, panitia menyiapkan 900 kupon dengan rincian 450 kupon untuk mustahiq di internal dan 500 kupon untuk mustahiq yang berada disekitar Wisma Bakrie.

Kegiatan pemotongan hewan kurban dan pendistribusian dagingnya merupakan satu dari dua mekanisme pengelolaan hewan kurban yang dilakukan oleh LAZ Bakrie Amanah. Tahun ini, LAZ Bakrie Amanah yang sejak Juli lalu resmi memiliki badan hukum yayasan ini mengusung tema “AYO Ber-Qurban” untuk menggelorakan semangat berqurban di lingkungan Bakrie. Bakrie Amanah memberikan dua pilihan mekanisme berkurban yakni Superqurban dan Tebar Qurban.

Superqurban adalah upaya optimalisasi pengolahan daging kurban dalam bentuk kornetisasi bekerjasama dengan Rumah Zakat, adapun Tebar Qurban merupakan cara konvensional, disembelih dan dibagikan pada tempat sesuai akad pribadi yang melakukan qurban, Tebar Qurban dilaksanakan melalui kerjasama dengan Forum Al-Bakrie, Majelis Taklim Wisma Bakrie, MT Provices, DKM Al-Bakrie, MT Bakrie Tower, dan MT ANTV.

Hingga berita ini diturunkan, program Superqurban berhasil memotong hewan kurban sebanyak 24 ekor sapi dan 21 ekor kambing. Melalui Superqurban ini pula Bakrie Amanah telah menyalurkan sebanyak 9.000 paket kornet yang disalurkan di daerah Jabodetabek, Cianjur, Karawang, dan Garut. Sedangkan dari Tebar Qurban telah menyembelih 19 ekor sapi dan 85 ekor kambing.

Menurut Manajer Bakrie Amanah, Wawan Carwan, pemotongan hewan kurban melalui Superqurban pelaksanaannya dipusatkan di Probolinggo, Jawa Timur.“Keuntungan menggunakan cara Superkurban ini dagingnya tidak kami berikan langsung, melainkan kami jadikan untuk kornet dahulu untuk selanjutnya didistribusikan kepada pihak yang berhak menerimanya tidak hanya pada Idul Adha. Sedangkan Tebar Kurban, semua hasil penyembelihan hewan kurban, kami berikan kepada para penerima yang berhak. Dan pemotongan Tebar Kurban ini kami laksanakan di Wisma Bakrie, Karawang, Cianjur, dan Garut,” terang Wawan (ITA/RBP)